Musik 2012: TWIT4PJ

Pearl Jam

Pearl Jam

Saya tidak memahami obsesi orang-orang Amerika Serikat terhadap penjara. Film dengan latar penjara sepertinya sangat digemari, dan dihargai, disana. Sebut saja The Shawshank Redemption (1994). Film ini bahkan terpilih menjadi film terhebat sepanjang sejarah versi IMDB, sebuah portal lengkap mengenai segala hal terkait film.

Saya sendiri tidak begitu suka dengan kisah berlatar penjara. Terlalu gelap dan mengerikan.

Namun demikian, The Shawshank Redemption, seperti juga film-film hebat lainnya, memberi saya inspirasi. Memberi gagasan yang jelas, sebening kristal.

Dalam film itu, Andy Dufresne (tokoh utama) mendapat tugas mengembangkan perpustakaan penjara. Dalam upayanya mengembangkan perpustakaan itu hingga ke level yang tidak terbayangkan sebelumnya, dia menulis surat ke kongres dan instansi-instansi pemerintah lainnya. Intinya: meminta bantuan berupa buku bekas, fasilitas pendukung, dan dana. Continue reading

Dua Sisi Koin di “Acoustic Gathering Pearl Jam Indonesia”

Rarities dan hits menyatu dalam setlist, menambah marak suasana

Penampilan kumpulan Collector Bugs

Penampilan kumpulan Collector Bugs

“Kami memainkannya (Evenflow) 50 sampai 70 kali, bahkan sampai pada titik kami membenci satu sama lain dan Stone (Gossard) tak juga puas dengan lagu tersebut.” Mike McCready

Itulah kutukan “Evenflow”, salah satu hits Pearl Jam—yang dalam satu rangkaian tur nasibnya bisa dimainkan tiap Jeff Ament dkk. naik panggung. Jason Leung, salah satu fans yang mengikuti tur Kanada dan AS pada tahun 2005 pernah bercanda pada teman-teman seperjalanannya, “Apakah kalian siap menyaksikan “Evenflow” (lebih dari) 100 kali?” Continue reading

Kisah Pohon Tua Dan Sang Air – An Acoustic Performance by Dialog Dini Hari

Kisah Pohon Tua Dan Sang Air - An Acoustic Performance by Dialog Dini Hari Poster

Methuselah. Itu adalah sebuah pohon pinus berusia 4.842 tahun yang saat ini masih kokoh berdiri di kawasan White Mountains, California, Amerika Serikat. Itulah yang dipercaya banyak orang sebagai pohon tertua yang hidup di dunia.

Bayangkan, berapa banyak cerita tentang manusia yang terkandung dalam ribuan tahun usianya itu?

Pohon Tua. Yang satu ini, tentu saja, adalah seorang manusia. Usianya pun tak sampai ribuan tahun. Barangkali pertengahan 30-an saja. Continue reading

PJ20: Laporan Panitia Penyelenggara

PJ20-Audience in the theater

Seperti telah kita ketahui semua bahwa penyelenggaraan screening PJ20 telah berjalan sukses.

Sebagai bentuk closure dari penyelenggaraan PJ20 tersebut maka kami panitia penyelenggara PJ20 ingin menyampaikan hal-hal sebagai berikut:

  • Bahwa kami tidak “nombok” dalam usaha mendatangkan DCP film PJ20, sebagian dari support komunitas PJ-ID
  • Karena dari awal kami menganggap PJ-ID adalah “share holder” dari event ini, ada share dari keuntungan penyelenggaraan PJ-ID sebesar 2,5 juta rupiah yang akan segera disalurkan via Egha (Eits! Production).
  • Terima kasih kepada komunitas PJ-ID secara umum dan kepada individu2 yang telah membantu mensukseskan terselenggaranya perhelatan screening PJ20 (donatur, pemenang lelang, EO supporting event, media, penghubung kpd pihak media dan lain2 yang tidak dapat disebutkan satu persatu)

Continue reading

RVM, Fanzine PJId Edisi Perdana

Rear View Magazine Edisi 01
Ukuran: A5
Halaman: 20
Full colour
Kertas: Art paper
Harga: Rp.10.000

Rearview Magazine (RVM). Inilah nama yang akhirnya dipilih sebagai bendera majalah komunitas fans Pearl Jam di Indonesia (PJId). Sejauh sejarah mencatat, ini adalah kali pertama PJId secara resmi menelurkan majalah.

Didalam RVM, kita akan menemukan cerita tentang Pearl Jam (PJ), tentu saja. Juga cerita tentang kita, kumpulan fans yang kian hari kian membesar. Kelompok unik yang dipersatukan oleh kesamaan minat dan semangat. Gerombolan kepala batu yang tak pernah lelah berupaya mendatangkan PJ ke Indonesia! Continue reading

Pearl Jam Nite VI : Love Boat Twenty

Pearl Jam Nite VI

Untuk menyatakan kehadiran (RSVP) harap kunjungi Facebook Event.

Pemutaran film PEARL JAM TWENTY (PJ20) di hadapan 500 fans di Epicentrum XXI Kuningan, Jakarta, 20 September 2011 lalu membuat Indonesia secara resmi masuk dalam pantauan radar manajemen Pearl Jam (PJ). Acara swadaya itu tak terbantahkan lagi telah menjadi satu tonggak penting dalam kampanye “Bring PJ to Indonesia” berskala internasional yang sudah bergulir setidaknya selama 5 tahun terakhir ini.

Tonggak penting lainnya adalah PJ Nite. Sebuah pagelaran musik yang menu utamanya adalah covering lagu-lagu PJ, dari yang merupakan hits sejuta umat hingga nomor-nomor langka yang mungkin tidak pernah dimainkan di pagelaran musik lokal manapun di Indonesia. Continue reading