Lomba Blog PJ-ID

Featured

Poster Lomba Blog PJ-IDGrunge pernah menjadi sebuah genre yang fenomenal di dunia musik meski banyak juga opini yang menyatakan kalau grunge hanya label yang diberikan media untuk kepentingan publikasi dan bisnis. Diakui atau tidak, grunge atau apapun namanya, pernah menjadi sebuah aliran yang menghipnotis dunia musik pada dekade 90an.

Nama-nama seperti Pearl Jam, Nirvana, Soundgarden, Alice in Chains dan banyak lagi, menjadi nama yang akrab di kuping pecinta musik kala itu. Dengan berjalannya waktu, satu per satu nama itu mulai memudar. Dua dekade berselang, hanya Pearl Jam satu-satunya band asal Seattle yang masih utuh dan rutin berkarya hingga kini.

Pearl Jam Indonesia (PJ.ID), sebagai komunitas yang merangkum penggemar Pearl Jam di Indonesia, mencoba mengulik kenangan para pecinta musik 90an yang pernah mendengar kata grunge ini dalam sebuah lomba blog bertema :

“GRUNGE ATAU PEARL JAM, TULISKAN PENGALAMAN, OPINI, DAN HARAPAN KAMU!”

Lomba ini bertujuan untuk menjaring pengalaman/opini/harapan para penikmat musik dalam bentuk literasi tentang sebuah fenomena aliran yang pernah populer di tahun 90an. Tuliskan opini, ulasan, analisa atau essay tentang grunge dan tentu saja tentang Pearl Jam sebagai satu-satunya band “peninggalan” era grunge yang masih utuh dan rutin berkarya hingga kini! Continue reading

Musik 2012: Pearl Jam Itu Bukan Cuma Ten dan Vs

Post aslinya diposting di sini.

Perfect Ten on KIS FM Tribute To Pearl Jam

Konser telah separuh jalan, “Black” mengudara. Saya, berhubung sudah lelah, duduk saja di atas monitor di pojokan panggung, menyesap minuman dan menikmati balada terhebat Pearl Jam (PJ) yang malam itu dibawakan dengan sangat menyentuh oleh Perfect Ten.

“Black”, sejuta kali pun dimainkan, tetap akan menggetarkan jiwa. Continue reading

Kumpulan Artikel Lomba Blog PJID 2012

Berikut ini adalah daftar semua artikel yang sudah dikirimkan ke panitia Lomba Blog PJID 2012 dan tercatat sebagai peserta resmi yang karya-karyanya akan memiliki kesempatan untuk jadi pemenang. Sebagaimana dijelaskan pada pembukaan lomba di AtAmerica (pusat kebudayaan Amerika Serikat di Jakarta) pada 24 Maret 2012 lalu, syarat bagi karya yang ingin resmi tercatat sebagai peserta lomba adalah mendaftarkan dirinya ke: Lomba Blog PJ.ID serta mencantumkan logo lomba dalam artikel atau layout blognya. Keterangan lebih lengkap silahkan baca disini: Lomba Blog PJ-ID

Ini adalah daftar artikel per Senin, 30 April 2012, jam 23:59 WIB. DENGAN INI LOMBA BLOG PJID 2012 DINYATAKAN SUDAH DITUTUP!

1. Hisham Luthfi: Grunge for Me
2. Muh. Panji Mustopa: Pemahaman yang Dangkal tentang Grunge
3. Agus Muslim: Grunge atau Tidak Grunge, Terserah!
4. Agus Muslim: Grunge Indonesia, Dimana? Kemana?: Sebuah Pemahaman Dangkal
5. Alim Septian Hakim: My First Pearl Jam Song!
6. Jimmy Rustandi: Pearl Jam Datang… Untuk Siapa?
7. Hendra Yudiyanto: Bagaimana Musik Menginfeksi Dunia
8. Erfian Ahmad: Sedikit tentang Nirvana dan Pearl Jam
9. Wijaya Kusuma: Grunge: The Sound of Seattle
10. Wijaya Kusuma: Ole PJ!
11. Jimmy Rustandi: Grunge has Raise You Up!
12. Agus Muslim: (Bila) Saya Bosan dengan (Grup Musik) Grunge
13. Ade Setiadi Truna: Kenangan, Opini, dan Harapan tentang Pearl Jam
14. Cynthia Ayu Windani: Mengenal Musik Grunge yang Berbeda
15. Edwan Dirgantoro: Grunge yang Serasa Melow Sedikit Galau
16. Wijaya Kusuma: Nirvana in Pyjamas
17. Joseph J Little: PJ Tribute
18. Edwan Dirgantoro: Grunge: Antara Kematian dan Kehidupan
19. Gregorius Galih Ardhiputra: Grunge dalam Nada-nada Sosial
20. Cynthia Ayu Windani: Secuil Kisah Sosio-Musika
21. Agus Muslim: Pearl Jam, Musik Latar Kehidupan
22. Dian Evawani Hardina: Ada Apa Grunge-an?
23. Edo Widi Virgian: Pearl Jam Menurutku
24. Trihito Eribowo: Pearl Jam, Akan Selalu Ada di Hatiku
25. Trihito Eribowo: In Memoriam, Kurt Cobain
26. Jimmy Rustandi: In Memoriam Kurt Cobain
27. Trihito Eribowo: Hole: Perjuangan Tanpa Henti demi Sebuah Idealisme
28. Trihito Eribowo: Soundgarden, Salah Satu Ikon Terbesar Seattle Sound
29. Trihito Eribowo: Bush: Raungan Grunge dari Inggris
30. Trihito Eribowo: Foo Fighters: Proyek Pembuktian Dave Grohl
31. Trihito Eribowo: Silverchair: Gerung Grunge dari Australia
32. Trihito Eribowo: PJ at Pink Pop ’92: The Best Stage Diving Ever
33. Faizal Reza Nandika: We Die Young
34. Faizal Reza Nandika: Into The Core
35. Mohamad Arief Lukman: Culun, Pemberontak, dan Pearl Jam
36. Agung Prabowo: Grunge, Pearl Jam, Masa Dulu dan Kini
37. Alfa George Harahap: Grunge Sebagai Jati Diri
38. I Gede Ardy Estrada: Grunge: Tak Akan Karam, Apalagi Padam
39. Lily: Pearl Jam, Don’t Judge the Book by Its Cover
40. Palupi Saesti Hasanah : PJID: Menikmati Musik Semusik-musiknya
41. Muhammad Fauzan: Lagu Siapa yang Akan Kau Dengarkan?
42. Meliana Kusumawati: Pearl Jam: A Real Dyermaker
43. Aziz Abdul Ngashim: Dododododo
44. Dhikara Dwinanda: Pagi Buta untuk Grunge Indonesia

Banner Lomba Blog

Berikut banner yang bisa dicantumkan pada badan/sidebar/tempat lain yang terlihat di blog peserta Lomba Blog Pearl Jam Indonesia. Beberapa poin yang harus diperhatikan:

1. Pasang banner di salah satu area pada blog peserta. Boleh di sidebar atau di tempat lain yang terlihat.
2. Logo harus terpasang selama periode lomba (sampai 30 April 2012 pukul 23:59 WIB).
3. Dilarang merubah link tujuan banner Lomba Blog.
4. Script lomba blog bisa dikopi dengan kode sebagai berikut:

<a href=”http://pearljamindonesia.com/2012/03/banner-lomba-blog/” target=”_blank”><img src=”http://i9.photobucket.com/albums/a87/hilman_taofani/LogoBlog-1.gif” border=”0″ alt=”Logo Blog Competition, Logo Pearl Jam ID Blog Competition” /></a>

 

Apabila Anda mengalami kesulitan mengaplikasikan, coba kopi script di atas, lalu paste ke notepad dengan format pad (untick word wrap). Atau unduh notepad blogcode (save as – txt).

Cara ketiga adalah dengan kopi/paste manual gambar berikut ini: 

#GrungeAtAmerica

There goes a hashtag from many tweets emitted from that auditorium in @America, the most modern cultural center in Jakarta. It was already 7.20 PM and I was late for that March 24, 2012 Navicula show at @America. As I entered the auditorium, “Aku Bukan Mesin” the 4th song was already playing.

at_america on livestream.com. Broadcast Live Free

It was your usual Navicula setlist. Like pros the quartet performed top-notched rock, well, grunge concert. It needs to be connected to grunge because earlier that day Pearl Jam Indonesia kicked-off a Blog Competition with topic on “Pearl Jam and Grunge.” Well, Navicula claimed that its genre is psychedelic grunge. Dankie’s blues solo guitar licks adds to Robi’s heavy and dirty guitar, kept by Made Indra’s bass and Gembull’s drum’s tight rhythm section. Psychedelic means that their music is intoxicating. And indeed it’s true. Continue reading

Poster Kick-Off Lomba Blog PJ-ID dan Konser Navicula

Poster Lomba Blog PJ-ID

Press Release “Kick Off Lomba Blog PJ-ID & Konser Navicula”

Jika kamu menyukai grunge, Pearl Jam, dan Navicula, maka “Kick Off Lomba Blog PJ-ID dan Konser Navicula” di AtAmerica (lantai 3 gedung Pacific Place, Jl Sudirman, Jakarta), Sabtu, 24 Maret 2012 adalah event yang sangat pas untuk kamu!

Dalam event yang akan berlangsung dari jam 15:30 s/d 21:00 WIB itu, kamu bisa:

  1. Diskusi tentang grunge, Pearl Jam, PJ-ID, dan Lomba Blog PJ-ID dalam talkshow santai bersama Robi Navicula, Boy Krucil, dan Denny Andryana (15:30-17:00). Dalam sesi ini juga akan ditayangkan video dari event-event yang sudah pernah diselenggarakan oleh PJ-ID selama ini.
  2. Menyaksikan konser tunggal Navicula selama 2 jam penuh (19:00-21:00)

Jangan ragu untuk datang dan bergabung, karena event yang diselenggarakan oleh pusat kebudayaan Amerika Serikat berbasis teknologi tinggi pertama di dunia ini GRATIS

Datang, berdiskusi, nikmati konsernya, dan ikut sertalah dalam Lomba Blog PJ-ID yang akan berlangsung sebulan penuh dari 24 Maret s/d 30 April 2012. Dapatkan kesempatan untuk memenangkan gadget dan paket dokumentasi grunge berharga dan menarik!

Facebook event: http://www.facebook.com/events/114105652054199/

Musik 2012: TWIT4PJ

Pearl Jam

Pearl Jam

Saya tidak memahami obsesi orang-orang Amerika Serikat terhadap penjara. Film dengan latar penjara sepertinya sangat digemari, dan dihargai, disana. Sebut saja The Shawshank Redemption (1994). Film ini bahkan terpilih menjadi film terhebat sepanjang sejarah versi IMDB, sebuah portal lengkap mengenai segala hal terkait film.

Saya sendiri tidak begitu suka dengan kisah berlatar penjara. Terlalu gelap dan mengerikan.

Namun demikian, The Shawshank Redemption, seperti juga film-film hebat lainnya, memberi saya inspirasi. Memberi gagasan yang jelas, sebening kristal.

Dalam film itu, Andy Dufresne (tokoh utama) mendapat tugas mengembangkan perpustakaan penjara. Dalam upayanya mengembangkan perpustakaan itu hingga ke level yang tidak terbayangkan sebelumnya, dia menulis surat ke kongres dan instansi-instansi pemerintah lainnya. Intinya: meminta bantuan berupa buku bekas, fasilitas pendukung, dan dana. Continue reading

Dua Sisi Koin di “Acoustic Gathering Pearl Jam Indonesia”

Rarities dan hits menyatu dalam setlist, menambah marak suasana

Penampilan kumpulan Collector Bugs

Penampilan kumpulan Collector Bugs

“Kami memainkannya (Evenflow) 50 sampai 70 kali, bahkan sampai pada titik kami membenci satu sama lain dan Stone (Gossard) tak juga puas dengan lagu tersebut.” Mike McCready

Itulah kutukan “Evenflow”, salah satu hits Pearl Jam—yang dalam satu rangkaian tur nasibnya bisa dimainkan tiap Jeff Ament dkk. naik panggung. Jason Leung, salah satu fans yang mengikuti tur Kanada dan AS pada tahun 2005 pernah bercanda pada teman-teman seperjalanannya, “Apakah kalian siap menyaksikan “Evenflow” (lebih dari) 100 kali?” Continue reading

Pearl Jam Nite VI

PJN6 PosterHaving a cup of morning coffee with some friends in a nice little cafe is a fine thing to do. Unless you are supposed to be on a train at the time!

With confidence like lions, after finishing our coffee and breakfast, we marched to the platform of Gambir, tried to catch our train to Bandung. It was around 09:00 and the sun was so bright. It was October 8, 2011, the day Pearl Jam Nite VI was about to be held, for the second time in Bandung.

“Which train sir?” Asked the officer.

“To Bandung”, Denny replied.

“I’m sorry Sir, the train had already leave the station.” Now he looked weird.

“What? But the ticket said…” Nervously, Denny showed the officer our ticket’s time of departure.

“That is the time for Bekasi departure Sir. We are now in Gambir.” The officer couldn’t look uglier than he already was. Damn!

Way to go, Denny boy! Now we missed our train to Bandung! Continue reading