<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pearl Jam Indonesia</title>
	<atom:link href="http://pearljamindonesia.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pearljamindonesia.com</link>
	<description>Indonesia&#039;s Pearl Jam Fan Club</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Jan 2012 03:34:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Musik 2012: TWIT4PJ</title>
		<link>http://pearljamindonesia.com/2012/01/musik-2012-twit4pj/</link>
		<comments>http://pearljamindonesia.com/2012/01/musik-2012-twit4pj/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jan 2012 20:32:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bring Pearl Jam To Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[media]]></category>
		<category><![CDATA[pearl jam]]></category>
		<category><![CDATA[social]]></category>
		<category><![CDATA[tweet]]></category>
		<category><![CDATA[twit]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pearljamindonesia.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[TweetSaya tidak memahami obsesi orang-orang Amerika Serikat terhadap penjara. Film dengan latar penjara sepertinya sangat digemari, dan dihargai, disana. Sebut saja The Shawshank Redemption (1994). Film ini bahkan terpilih menjadi film terhebat sepanjang sejarah versi IMDB, sebuah portal lengkap mengenai &#8230; <a href="http://pearljamindonesia.com/2012/01/musik-2012-twit4pj/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="tweetbutton51" class="tw_button" style=""><a href="http://twitter.com/share?url=http%3A%2F%2Fpearljamindonesia.com%2F2012%2F01%2Fmusik-2012-twit4pj%2F&amp;text=Musik%202012%3A%20TWIT4PJ&amp;related=&amp;lang=en&amp;count=horizontal&amp;counturl=http%3A%2F%2Fpearljamindonesia.com%2F2012%2F01%2Fmusik-2012-twit4pj%2F" class="twitter-share-button"  style="width:55px;height:22px;background:transparent url('http://pearljamindonesia.com/wp-content/plugins/wp-tweet-button/tweetn.png') no-repeat  0 0;text-align:left;text-indent:-9999px;display:block;">Tweet</a></div><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://hiburan.kompasiana.com/musik/2012/01/24/musik-2012-twit4pj/"><img title="Pearl Jam" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/01/1327340065315248923_300x300.jpg" alt="Pearl Jam" width="300" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Pearl Jam</p></div>
<p>Saya tidak memahami obsesi orang-orang Amerika Serikat terhadap penjara. Film dengan latar penjara sepertinya sangat digemari, dan dihargai, disana. Sebut saja The Shawshank Redemption (1994). Film ini bahkan terpilih menjadi film terhebat sepanjang sejarah versi IMDB, sebuah portal lengkap mengenai segala hal terkait film.</p>
<p>Saya sendiri tidak begitu suka dengan kisah berlatar penjara. Terlalu gelap dan mengerikan.</p>
<p>Namun demikian, The Shawshank Redemption, seperti juga film-film hebat lainnya, memberi saya inspirasi. Memberi gagasan yang jelas, sebening kristal.</p>
<p>Dalam film itu, Andy Dufresne (tokoh utama) mendapat tugas mengembangkan perpustakaan penjara. Dalam upayanya mengembangkan perpustakaan itu hingga ke level yang tidak terbayangkan sebelumnya, dia menulis surat ke kongres dan instansi-instansi pemerintah lainnya. Intinya: meminta bantuan berupa buku bekas, fasilitas pendukung, dan dana.<span id="more-51"></span></p>
<p>Berapa banyak surat yang dikirimkan? Luar biasa banyak!</p>
<p>Setiap minggu dia mengirimkan surat ke berbagai pihak yang dianggap mampu membantu. Berulang-ulang selama bertahun-tahun. Sebagai seorang narapidana, sumber daya apa lagi yang dia miliki tanpa batasan kecuali waktu, bukan?</p>
<p>Dan upaya itu, ratusan (bahkan ribuan) surat itu, akhirnya membuahkan hasil!</p>
<p>Dengan bantuan dari berbagai instansi yang memenuhi permintaan dalam suratnya, perpustakaan di penjara tempat Andy Dufresne menjalani hukuman menjadi perpustakaan penjara tercanggih se-Amerika Serikat!</p>
<p>Dan disinilah saya, serta ribuan fans Pearl Jam di Indonesia lainnya. Terkulai seolah tanpa daya, di dunia nyata, mengharapkan keajaiban agar suatu saat nanti Pearl Jam bisa benar-benar konser di Indonesia. Sebuah mimpi yang, berdasarkan data terkini, adalah mimpi kosong di siang bolong.</p>
<p>Penjualan musik resmi Pearl Jam di Indonesia? Minim! Bahkan kalah jauh dibanding Singapura.</p>
<p>Disini nyaris semua orang teriak bahwa mereka muak dengan musik alay. Tapi ketika diminta membeli musik yang katanya mereka suka (termasuk Pearl Jam didalamnya, tentu saja), semua serentak gelengkan kepala. Merdu sekali paduan suara mereka menyerukan chorus andalan: “Ogah!”</p>
<p>Tapi tunggu dulu! Tidak membeli musik resminya bukan berarti ogah hadir di konsernya bukan? Coba perhatikan, di negeri ini, konser band besar luar negeri mana yang sepi penonton? Nyaris tidak ada!</p>
<p>Itu artinya kita punya audiens yang sangat besar. Itu artinya, terima kasih Tuhan, mimpi untuk nonton Pearl Jam konser di Indonesia sebenarnya bisa diwujudkan!</p>
<p>Ingatlah bahwa kita, berdasarkan hasil survey terkini, termasuk 5 negara dengan pengguna Facebook terbesar dan pengguna Twitter teraktif di dunia. Kita adalah bangsa yang cerewet. Itu, tak peduli secanggung apapun terdengar ditelinga, adalah sumber daya terhebat yang kita miliki saat ini.</p>
<p>Dan inilah inspirasi yang saya dapat dari The Shawshank Redemption: TWIT4PJ. Satu orang mengirimkan satu twit setiap hari ke Pearl Jam, berisi apa pun yang menyangkut/menyebutkan Indonesia, sepanjang tahun Naga Air yang diprediksi akan berjalan rumit dan penuh gejolak ini.</p>
<p>Jika Andy Dufresne bisa mengubah perpustakaan penjara dengan surat-suratnya yang tak kenal lelah, mengapa kita, ribuan fans Pearl Jam Indonesia, tidak bisa mewujudkan impian untuk nonton konser Pearl Jam di Indonesia dengan twit massal yang dirancang untuk tak henti menerjang seperti tsunami?</p>
<p>(Posting asli di <a title="Musik 2012: TWIT4PJ" href="http://hiburan.kompasiana.com/musik/2012/01/24/musik-2012-twit4pj/" target="_blank">sini</a>.)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pearljamindonesia.com/2012/01/musik-2012-twit4pj/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dua Sisi Koin di “Acoustic Gathering Pearl Jam Indonesia”</title>
		<link>http://pearljamindonesia.com/2012/01/dua-sisi-koin-di-acoustic-gathering-pearl-jam-indonesia/</link>
		<comments>http://pearljamindonesia.com/2012/01/dua-sisi-koin-di-acoustic-gathering-pearl-jam-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2012 12:06:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikhwan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Event]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pearljamindonesia.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[TweetRarities dan hits menyatu dalam setlist, menambah marak suasana “Kami memainkannya (Evenflow) 50 sampai 70 kali, bahkan sampai pada titik kami membenci satu sama lain dan Stone (Gossard) tak juga puas dengan lagu tersebut.” Mike McCready Itulah kutukan “Evenflow”, salah satu &#8230; <a href="http://pearljamindonesia.com/2012/01/dua-sisi-koin-di-acoustic-gathering-pearl-jam-indonesia/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="tweetbutton60" class="tw_button" style=""><a href="http://twitter.com/share?url=http%3A%2F%2Fpearljamindonesia.com%2F2012%2F01%2Fdua-sisi-koin-di-acoustic-gathering-pearl-jam-indonesia%2F&amp;text=Dua%20Sisi%20Koin%20di%20%E2%80%9CAcoustic%20Gathering%20Pearl%20Jam%20Indonesia%E2%80%9D&amp;related=&amp;lang=en&amp;count=horizontal&amp;counturl=http%3A%2F%2Fpearljamindonesia.com%2F2012%2F01%2Fdua-sisi-koin-di-acoustic-gathering-pearl-jam-indonesia%2F" class="twitter-share-button"  style="width:55px;height:22px;background:transparent url('http://pearljamindonesia.com/wp-content/plugins/wp-tweet-button/tweetn.png') no-repeat  0 0;text-align:left;text-indent:-9999px;display:block;">Tweet</a></div><p><em><strong>Rarities</strong></em><strong> dan hits menyatu dalam setlist, menambah marak suasana</strong></p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 650px"><a href="http://hiburan.kompasiana.com/musik/2012/01/22/dua-sisi-koin-di-acoustic-gathering-pearl-jam-indonesia/"><img src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2012/01/1327208690240221118.jpg" alt="Penampilan kumpulan Collector Bugs" width="640" height="480" /></a><p class="wp-caption-text">Penampilan kumpulan Collector Bugs</p></div>
<p><em>“Kami memainkannya (Evenflow) 50 sampai 70 kali, bahkan sampai pada titik kami membenci satu sama lain dan Stone (Gossard) tak juga puas dengan lagu tersebut.” Mike McCready</em></p>
<p>Itulah kutukan “Evenflow”, salah satu hits Pearl Jam—yang dalam satu rangkaian tur nasibnya bisa dimainkan tiap Jeff Ament dkk. naik panggung. Jason Leung, salah satu fans yang mengikuti tur Kanada dan AS pada tahun 2005 pernah bercanda pada teman-teman seperjalanannya, “Apakah kalian siap menyaksikan “Evenflow” (lebih dari) 100 kali?”<span id="more-60"></span></p>
<p>Hal yang sama terjadi pada Sabtu (21/1) malam di Nasi Goreng Kemang, Jakarta Selatan. Komunitas Pearl Jam Indonesia (pj.id)—yang kali ini menggandeng Eits! Production dan kampanye Save a Teen—menghelat “Acoustic Gathering”, yang ternyata menebar lagu-lagu hits Pearl Jam secara berulang.“Alive” dimainkan hingga tiga kali. Sementara lagu hits lain juga setali tiga uang: “Daughter” (dua kali), “Why Go” (dua kali) dan “Last Kiss” (dua kali). Pertanda apa ini?</p>
<p>Di balik itu, “Acoustic Gathering” 21 Januari tersebut sesungguhnya menjadi pertanda baik bagi penampil-penampil baru. Dan bagi 198 orang jamily (dan non-jamily) yang datang memberikan dukungan serta bersenang-senang menikmati puluhan lagu Pearl Jam secara kolektif.</p>
<p>Razak, solois yang malam itu kali kedua mencicipi panggung pj.id menggebrak panggung—diawali malu-malu dengan “Elderly Woman Behind the Counter in a Small Town”, sang penampil akhirnya panas dan melepaskan vokalnya. Semua setelah respon penonton pada bagian “Hellooo!”.</p>
<p>Hyder adalah band muda dari Sawangan, Depok yang terbilang nekat membawakan hits-hits Pearl Jam yang jauh di atas umur mereka. Sang vokalis bilang, rata-rata umur mereka (cuma) 23 tahun. Sementara rata-rata umur anak pj.id mungkin hampir dua kali lipatnya. Anehnya lagi, anak-anak ini malah mengambil setlist dari rentang album Ten! Sinting! Di lagu terakhir, mereka meminta bantuan drum dari kawanan pj.id divisi Bandung untuk nomor “Last Kiss”. Bolehlah…</p>
<p>Yang disenggol terakhir, pj.id Bandung, datang dengan kekuatan tak kurang dari satu elf carteran. Berangkat demi satu misi: Memanaskan malam “Acoustic Gathering”.</p>
<p>(catatan: bagian Proyek Kudalele tidak bisa disampaikan di sini :p)</p>
<p>Kemudian muncullah kelompok yang tak diduga-duga, Vitalogy, kanibal dari beberapa kumpulan rock ‘90s Bandung. Ada comotan dari Silentium, Breznev, dan kumpulan lain. Vokalisnya pun bersusun empat (Jc, Ray, Egi dan Arif), membawakan tak kurang selusin lagu! Mulai dari bangunan pelan macam “Footsteps” atau “Crazy Mary”, mereka menghentak di akhir-akhir dengan “Given to Fly” dan “In Hiding”.</p>
<p>Hebatnya lagi, sesi ini ditutup dengan reuni Mirrorball—dan Reza serta D’iyan pun didapuk naik panggung. Puluhan jamily pun moshing dan bernyanyi dalam nomor cover langganan Pearl Jam, “Keep on Rocking in a Free World”. Bandung jelas menjadi kekuatan hebat pj.id saat ini, dengan kekompakan dan massanya yang terus bertambah.</p>
<p>Makin malam, makin aneh. Dalam artian setlist yang ditebar makin maniak Pearl Jam. Saya menyaksikan para anak muda terperangah menonton kumpulan Collector Bugs, yang membawakan enam lagu yang benar-benar <em>rarities</em> (dan dalam versi mengerikan)! Kumpulan yang patut dilestarikan ini mengolah tata suara (Sutan Bittertone, siapa lagi?) dan vokal (Reza “Beku”) dengan sempurna via single natal “Let Me Sleep”, entah versi “Go” yang pelan dari mana, “Angel”, “Bugs” (!!!), dan bahkan “Undone”. Jika mereka diberi kesempatan manggung terus, ini jelas bisa jadi proyek cover legendaris.</p>
<p>(terutama pemain drum dan bassnya yang multitalenta itu)</p>
<p>Satu lagi, Collector Bugs menjadi realitas di kumpulan pj.id—yang selalu mendebatkan hits dan <em>rarities</em>. Di sisi hits kita menyaksikan lagu yang diulang-ulang. Di sisi <em>rarities</em>, kita menyaksikan penampilan yang… tidak bisa membuat penonton <em>singalong</em>? Campuran antarkeduanyalah yang membuat atmoster makin marak malam itu.</p>
<p>Malam ditutup dengan gemilang. Project X, proyek super dengan personel-personel kawakan terkait rock ‘90s mengocok venue. Nito (menyelipkan “Hummus” di tengah-tengah penampilan), Romy, Olitz, Iman, dan Jessy “Baba” (dengan vokal prima!) menghajar penonton dengan perpaduan pelan-kencang. “Release”, “Rats”—plus insiden senar bass putus (menandakan ganasnya atmoster saat itu) digeber habis. Tak cukup dengan itu, mereka menggandeng Yukie Pas ke atas panggung. Yang terakhir disebut ini, masih bolehlah merapal ayat-ayat macam “Why Go”, “Jeremy”, atau “Rearview Mirror”. Malam ditutup dengan ajian pamungkas “Porch”.</p>
<p>Di sisi lain, petugas keamanan Nasi Goreng Kemang terlihat kelabakan melihat panasnya <em>moshpit</em>. Kami tertawa terbahak-bahak di belakang. Yukie nyeletuk, “Mau gantian, Mas?” (sambil menunjuk ke jamily yang sedang diarak di depan panggung). Di ujung paling jauh, Jamily dari AS, Australia dan Selandia Baru mengangguk-angguk mengikuti irama. Katanya mereka sengaja datang untuk menyimak event terkait tribute Pearl Jam. Entah mereka tahu dari mana.</p>
<p>Menutup sama dengan yang dibahas pada pembukaan, ternyata tak satu penampil pun membawakan “Evenflow”. Sungguh aneh!</p>
<p>(Posting asli di <a title="Dua Sisi Koin di “Acoustic Gathering Pearl Jam Indonesia”" href="http://hiburan.kompasiana.com/musik/2012/01/22/dua-sisi-koin-di-acoustic-gathering-pearl-jam-indonesia/" target="_blank">sini</a>.)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pearljamindonesia.com/2012/01/dua-sisi-koin-di-acoustic-gathering-pearl-jam-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pearl Jam Nite VI</title>
		<link>http://pearljamindonesia.com/2011/12/pearl-jam-nite-vi/</link>
		<comments>http://pearljamindonesia.com/2011/12/pearl-jam-nite-vi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 03:25:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eko</dc:creator>
				<category><![CDATA[Event]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pearljamindonesia.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[TweetHaving a cup of morning coffee with some friends in a nice little cafe is a fine thing to do. Unless you are supposed to be on a train at the time! With confidence like lions, after finishing our coffee &#8230; <a href="http://pearljamindonesia.com/2011/12/pearl-jam-nite-vi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="tweetbutton71" class="tw_button" style=""><a href="http://twitter.com/share?url=http%3A%2F%2Fpearljamindonesia.com%2F2011%2F12%2Fpearl-jam-nite-vi%2F&amp;text=Pearl%20Jam%20Nite%20VI&amp;related=&amp;lang=en&amp;count=horizontal&amp;counturl=http%3A%2F%2Fpearljamindonesia.com%2F2011%2F12%2Fpearl-jam-nite-vi%2F" class="twitter-share-button"  style="width:55px;height:22px;background:transparent url('http://pearljamindonesia.com/wp-content/plugins/wp-tweet-button/tweetn.png') no-repeat  0 0;text-align:left;text-indent:-9999px;display:block;">Tweet</a></div><p><img class="alignleft" src="http://pearljamindonesia.com/wp-content/uploads/2011/09/PJN6-2-184x300.jpg" alt="PJN6 Poster" width="184" height="300" />Having a cup of morning coffee with some friends in a nice little cafe is a fine thing to do. Unless you are supposed to be on a train at the time!</p>
<p>With confidence like lions, after finishing our coffee and breakfast, we marched to the platform of Gambir, tried to catch our train to Bandung. It was around 09:00 and the sun was so bright. It was October 8, 2011, the day Pearl Jam Nite VI was about to be held, for the second time in Bandung.</p>
<p>&#8220;Which train sir?&#8221; Asked the officer.</p>
<p>&#8220;To Bandung&#8221;, Denny replied.</p>
<p>&#8220;I&#8217;m sorry Sir, the train had already leave the station.&#8221; Now he looked weird.</p>
<p>&#8220;What? But the ticket said&#8230;&#8221; Nervously, Denny showed the officer our ticket&#8217;s time of departure.</p>
<p>&#8220;That is the time for Bekasi departure Sir. We are now in Gambir.&#8221; The officer couldn&#8217;t look uglier than he already was. Damn!</p>
<p>Way to go, Denny boy! Now we missed our train to Bandung!<span id="more-71"></span></p>
<p>Despite heavy rain and the long distance, Pearl Jam Nite VI was a succesful event. No less than 200 people were banging their heart out that nite. Some were Bandung natives, some came from Jakarta like myself, and one rode his motorbike from Majalengka!</p>
<p>OK, that my friend, was an extremely long distance for riding a motorbike. Not to mention the heavy rain along the way.</p>
<p>Oh, BTW, there was also a girl who came from Solo. She used train instead of motorbike, thank God!</p>
<p>My favorite moment was when modern instruments met traditional ones on &#8220;Release&#8221;. Electric guitar met Karinding and many others. The result was epic!</p>
<p>And Bittertone&#8217;s setlist, it was so crazy! They played songs you would never EVER imagined would be played. Their great performance was then ended with all of us, the audience, took over the mic and the stage. If only we could play guitar as good as Uwie or Febbie, we might as well took over that too!</p>
<p>Fortunately, we didn&#8217;t :d</p>
<p>It was 04:00 and I found my self in the bathroom, typing a little review using my laptop, while sitting on the toilet. There, in the small hotel room we rented, lied 7 of my best friends. Crazy guys who endure the same hurting dream of getting Pearl Jam to play Indonesia.</p>
<p>It was a damn good nite to remember&#8230;</p>
<p>(Originally posted <a title="Pearl Jam Nite VI" href="http://minortune.blogspot.com/2011/12/pearl-jam-nite-vi.html" target="_blank">here</a>.)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pearljamindonesia.com/2011/12/pearl-jam-nite-vi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Pohon Tua Dan Sang Air &#8211; An Acoustic Performance by Dialog Dini Hari</title>
		<link>http://pearljamindonesia.com/2011/10/kisah-pohon-tua-dan-sang-air-an-acoustic-performance-by-dialog-dini-hari/</link>
		<comments>http://pearljamindonesia.com/2011/10/kisah-pohon-tua-dan-sang-air-an-acoustic-performance-by-dialog-dini-hari/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2011 04:14:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>farry</dc:creator>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[NPJC]]></category>
		<category><![CDATA[akustik]]></category>
		<category><![CDATA[dankie]]></category>
		<category><![CDATA[dialog dini hari]]></category>
		<category><![CDATA[navicula]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pearljamindonesia.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Tweet Methuselah. Itu adalah sebuah pohon pinus berusia 4.842 tahun yang saat ini masih kokoh berdiri di kawasan White Mountains, California, Amerika Serikat. Itulah yang dipercaya banyak orang sebagai pohon tertua yang hidup di dunia. Bayangkan, berapa banyak cerita tentang &#8230; <a href="http://pearljamindonesia.com/2011/10/kisah-pohon-tua-dan-sang-air-an-acoustic-performance-by-dialog-dini-hari/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="tweetbutton39" class="tw_button" style=""><a href="http://twitter.com/share?url=http%3A%2F%2Fpearljamindonesia.com%2F2011%2F10%2Fkisah-pohon-tua-dan-sang-air-an-acoustic-performance-by-dialog-dini-hari%2F&amp;via=pj_id&amp;text=Kisah%20Pohon%20Tua%20Dan%20Sang%20Air%20%26%238211%3B%20An%20Acoustic%20Performance%20by%20Dialog%20Dini%20Hari&amp;related=&amp;lang=en&amp;count=horizontal&amp;counturl=http%3A%2F%2Fpearljamindonesia.com%2F2011%2F10%2Fkisah-pohon-tua-dan-sang-air-an-acoustic-performance-by-dialog-dini-hari%2F" class="twitter-share-button"  style="width:55px;height:22px;background:transparent url('http://pearljamindonesia.com/wp-content/plugins/wp-tweet-button/tweetn.png') no-repeat  0 0;text-align:left;text-indent:-9999px;display:block;">Tweet</a></div><p><a href="http://www.facebook.com/event.php?eid=176545925760502"><img class="alignleft size-medium wp-image-41" title="Kisah Pohon Tua Dan Sang Air - An Acoustic Performance by Dialog Dini Hari Poster" src="http://pearljamindonesia.com/wp-content/uploads/2011/10/DDH-212x300.jpg" alt="Kisah Pohon Tua Dan Sang Air - An Acoustic Performance by Dialog Dini Hari Poster" width="212" height="300" /></a></p>
<p>Methuselah. Itu adalah sebuah pohon pinus berusia 4.842 tahun yang saat ini masih kokoh berdiri di kawasan White Mountains, California, Amerika Serikat. Itulah yang dipercaya banyak orang sebagai pohon tertua yang hidup di dunia.</p>
<p>Bayangkan, berapa banyak cerita tentang manusia yang terkandung dalam ribuan tahun usianya itu?</p>
<p>Pohon Tua. Yang satu ini, tentu saja, adalah seorang manusia. Usianya pun tak sampai ribuan tahun. Barangkali pertengahan 30-an saja.<span id="more-39"></span></p>
<p>Dalam hingar bingarnya distorsi gitar, dia dikenal sebagai Dankie of Navicula, raksasa grunge dari Pulau Dewata. Namun dalam hening denting gitar akustik yang nyaring seperti gemericik air jatuh ke batu kali, dia kita kenal sebagai Pohon Tua, gitaris, vokalis, dan penulis lirik dari kumpulan blues/folk/ballad asal Bali bernama Dialog Dini Hari.</p>
<p>Bersama Zio pada bas dan Denny pada drum, Pohon Tua menyanyikan demikian banyak kisah. Tentang pagi nan bersahaja, jalanan kota yang gila, telaga tenang penuh makna, dunia yang semakin tua, dan tentu saja tentang kita, manusia.</p>
<p>Coba sejenak tengok halaman ini: <a href="http://www.facebook.com/dialogdinihariband?sk=app_178091127385" rel="nofollow" target="_blank">http://www.facebook.com/di<wbr>alogdinihariband?sk=app_17<wbr>8091127385</wbr></wbr></a> dan mainkan “Aku Adalah Kamu”, sebuah lagu indah bertema spiritual yang dinyanyikannya bersama Kikan Namara, ex lead singer Cokelat, dan Robi of Navicula.</p>
<p>Mainkan juga “Pagi” yang bercerita tentang perenungan diri, “Oksigen” yang liar menyulut imaji, atau “Sang Air” yang terdengar seperti do’a nan riang gembira. Lalu katakan pada saya, bukankah ini musik yang ingin kamu dengar untuk sejenak meneduhkan jiwa dari ganasnya Jakarta?</p>
<p>Minggu malam, 23 Oktober 2011 nanti, Dialog Dini Hari akan menyegarkan jiwa kita semua dengan keindahan musik akustiknya di The Phoenix, Jl. Wijaya I No 25, Jakarta Selatan. Selama dua jam penuh kita bisa menikmati pesona blues berpadu dengan folk dan ballad racikan khas Pulau Dewata.</p>
<p>Dan seperti legenda burung Phoenix, yang terbakar untuk kemudian terlahir kembali sebagai makhluk baru, barangkali kita akan keluar dari konser bertajuk “Kisah Pohon Tua dan Sang Air: an Acoustic Performance by Dialog Dini Hari” nanti sebagai manusia Jakarta baru, yang jiwanya teduh&#8230;</p>
<p>Info lengkap mengenai Dialog Dini Hari dapat dilihat di website ini: <a title="Situs Web Dialog Dini Hari" href="http://dialogdinihari.com/" target="_blank">http://dialogdinihari.com/</a></p>
<p>Info Event di Facebook: <a title="Kisah Pohon Tua Dan Sang Air - An Acoustic Performance by Dialog Dini Hari" href="http://www.facebook.com/event.php?eid=176545925760502" target="_blank">Kisah Pohon Tua Dan Sang Air &#8211; An Acoustic Performance by Dialog Dini Hari</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pearljamindonesia.com/2011/10/kisah-pohon-tua-dan-sang-air-an-acoustic-performance-by-dialog-dini-hari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PJ20: Laporan Panitia Penyelenggara</title>
		<link>http://pearljamindonesia.com/2011/10/pj20-laporan-panitia-penyelenggara/</link>
		<comments>http://pearljamindonesia.com/2011/10/pj20-laporan-panitia-penyelenggara/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Oct 2011 05:00:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>farry</dc:creator>
				<category><![CDATA[Laporan]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[movie]]></category>
		<category><![CDATA[PJ20]]></category>
		<category><![CDATA[report]]></category>
		<category><![CDATA[screening]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pearljamindonesia.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Tweet Seperti telah kita ketahui semua bahwa penyelenggaraan screening PJ20 telah berjalan sukses. Sebagai bentuk closure dari penyelenggaraan PJ20 tersebut maka kami panitia penyelenggara PJ20 ingin menyampaikan hal-hal sebagai berikut: Bahwa kami tidak &#8220;nombok&#8221; dalam usaha mendatangkan DCP film PJ20, &#8230; <a href="http://pearljamindonesia.com/2011/10/pj20-laporan-panitia-penyelenggara/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="tweetbutton31" class="tw_button" style=""><a href="http://twitter.com/share?url=http%3A%2F%2Fpearljamindonesia.com%2F2011%2F10%2Fpj20-laporan-panitia-penyelenggara%2F&amp;via=pj_id&amp;text=PJ20%3A%20Laporan%20Panitia%20Penyelenggara&amp;related=&amp;lang=en&amp;count=horizontal&amp;counturl=http%3A%2F%2Fpearljamindonesia.com%2F2011%2F10%2Fpj20-laporan-panitia-penyelenggara%2F" class="twitter-share-button"  style="width:55px;height:22px;background:transparent url('http://pearljamindonesia.com/wp-content/plugins/wp-tweet-button/tweetn.png') no-repeat  0 0;text-align:left;text-indent:-9999px;display:block;">Tweet</a></div><p><img class="alignnone size-full wp-image-36" title="PJ20-Audience" src="http://pearljamindonesia.com/wp-content/uploads/2011/10/PJ20-Audience.png" alt="PJ20-Audience in the theater" width="1000" height="288" /></p>
<p>Seperti telah kita ketahui semua bahwa penyelenggaraan screening PJ20 telah berjalan sukses.</p>
<p>Sebagai bentuk closure dari penyelenggaraan PJ20 tersebut maka kami panitia penyelenggara PJ20 ingin menyampaikan hal-hal sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Bahwa kami tidak &#8220;nombok&#8221; dalam usaha mendatangkan DCP film PJ20, sebagian dari support komunitas PJ-ID</li>
<li>Karena dari awal kami menganggap PJ-ID adalah &#8220;share holder&#8221; dari event ini, ada share dari keuntungan penyelenggaraan PJ-ID sebesar 2,5 juta rupiah yang akan segera disalurkan via Egha (Eits! Production).</li>
<li>Terima kasih kepada komunitas PJ-ID secara umum dan kepada individu2 yang telah membantu mensukseskan terselenggaranya perhelatan screening PJ20 (donatur, pemenang lelang, EO supporting event, media, penghubung kpd pihak media dan lain2 yang tidak dapat disebutkan satu persatu)</li>
</ul>
<p><span id="more-31"></span>Event ini diselenggarakan bukan hanya karena untuk memuaskan keinginan kita (komunitas PJ-ID dan khalayak umum) menonton PJ20 di tanah air belaka, tapi juga dengan konsep tujuan untuk meletakkan &#8220;Indonesia&#8221; di agenda event resmi Pearl Jam, sehingga eksistensi kita komunitas PJ-ID sebagai fan base Pearl Jam di Indonesia bisa tersuarakan, manajemen Pearl Jam bisa mendengar aspirasi kita dan kita bisa mendatangkan Pearl Jam ke Indonesia.</p>
<p>Sebagai bentuk tindak lanjut dari event ini mari kita lebih bersuara kepada dunia di luar lingkup PJ-ID, baik nasional dan yang terpenting internasional. Baik melalui internet yaitu social media (Facebook, Twitter, dll), forum, milis, petisi online dll maupun melalui komunikasi dalam bentuk lainnya yaitu petisi offline, surat post, dll. Penyelenggaraan PJN VI dan juga penerbitan RVM adalah langkah konkrit dan potensial untuk itu.</p>
<p><strong>Bring Pearl Jam To Indonesia!</strong></p>
<p>Regards,<br />
Farry Aprianto<br />
Perwakilan Panitia Penyelenggara<br />
PJ20 Screening Jakarta</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pearljamindonesia.com/2011/10/pj20-laporan-panitia-penyelenggara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>RVM, Fanzine PJId Edisi Perdana</title>
		<link>http://pearljamindonesia.com/2011/09/rvm-fanzine-pjid-edisi-perdana/</link>
		<comments>http://pearljamindonesia.com/2011/09/rvm-fanzine-pjid-edisi-perdana/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Sep 2011 20:57:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>farry</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rilis Pers]]></category>
		<category><![CDATA[fanzine]]></category>
		<category><![CDATA[independen]]></category>
		<category><![CDATA[indie]]></category>
		<category><![CDATA[magazine]]></category>
		<category><![CDATA[majalah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pearljamindonesia.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Tweet Ukuran: A5 Halaman: 20 Full colour Kertas: Art paper Harga: Rp.10.000 Rearview Magazine (RVM). Inilah nama yang akhirnya dipilih sebagai bendera majalah komunitas fans Pearl Jam di Indonesia (PJId). Sejauh sejarah mencatat, ini adalah kali pertama PJId secara resmi &#8230; <a href="http://pearljamindonesia.com/2011/09/rvm-fanzine-pjid-edisi-perdana/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="tweetbutton7" class="tw_button" style=""><a href="http://twitter.com/share?url=http%3A%2F%2Fpearljamindonesia.com%2F2011%2F09%2Frvm-fanzine-pjid-edisi-perdana%2F&amp;via=pj_id&amp;text=RVM%2C%20Fanzine%20PJId%20Edisi%20Perdana&amp;related=&amp;lang=en&amp;count=horizontal&amp;counturl=http%3A%2F%2Fpearljamindonesia.com%2F2011%2F09%2Frvm-fanzine-pjid-edisi-perdana%2F" class="twitter-share-button"  style="width:55px;height:22px;background:transparent url('http://pearljamindonesia.com/wp-content/plugins/wp-tweet-button/tweetn.png') no-repeat  0 0;text-align:left;text-indent:-9999px;display:block;">Tweet</a></div><pre><a href="http://pearljamindonesia.com/wp-content/uploads/2011/09/RVM-01.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-10" title="RVM-01" src="http://pearljamindonesia.com/wp-content/uploads/2011/09/RVM-01-210x300.jpg" alt="Rear View Magazine Edisi 01" width="210" height="300" /></a>
Ukuran: A5
Halaman: 20
Full colour
Kertas: Art paper
Harga: Rp.10.000</pre>
<p>Rearview Magazine (RVM). Inilah nama yang akhirnya dipilih sebagai bendera majalah komunitas fans Pearl Jam di Indonesia (PJId). Sejauh sejarah mencatat, ini adalah kali pertama PJId secara resmi menelurkan majalah.</p>
<p>Didalam RVM, kita akan menemukan cerita tentang Pearl Jam (PJ), tentu saja. Juga cerita tentang kita, kumpulan fans yang kian hari kian membesar. Kelompok unik yang dipersatukan oleh kesamaan minat dan semangat. Gerombolan kepala batu yang tak pernah lelah berupaya mendatangkan PJ ke Indonesia!<span id="more-7"></span></p>
<p>Sebagaimana judulnya, majalah ini adalah cermin bagi kita semua. Media yang dengan jujur akan menunjukkan wajah sesungguhnya PJId. Sebagian menyenangkan, sebagian lagi tidak. Sebagian terasa megah dan indah, lainnya barangkali kecut atau bahkan pahit.</p>
<p>RVM akan menuturkan cerita tentang kita, apa adanya. Sebuah cermin yang kejujurannya memberi kita kesempatan untuk melakukan otokritik. Untuk mensyukuri apa yang sudah tercapai, juga untuk menyadari apa yang kurang dan melakukan perbaikan.</p>
<p>Karena pada akhirnya, komunitas yang sehat bukanlah komunitas yang tidak pernah terperosok dalam kegagalan. Bukan juga komunitas yang berisi jawara-jawara pemilik modal yang gemar mengumbar donasi. Apalagi komunitas yang isinya aktor-aktor omong kosong yang gemar mencibir semata.</p>
<p>Komunitas yang sehat adalah komunitas yang bisa tetap bersatu, bahkan menjadi lebih kuat dengan saling memberi peran, setelah melalui segala macam kejayaan dan kegagalan.</p>
<p>Didalam RVM akan kita temui cerita yang tidak diketahui secara umum, bahkan oleh anggota PJId yang sudah mulai karatan sekalipun! Dan, sebagaimana edisi perdana dari apapun di dunia ini, RVM yang akan diluncurkan secara resmi bertepatan dengan event PJ Nite VI di Bandung, 8 Oktober 2011 nanti, adalah bagian penting dari sejarah!</p>
<p>So, sisihkan sedikit uang dan koleksilah RVM Edisi Perdana ini!</p>
<p>Barangkali, suatu hari nanti, kamu bisa dengan bangga menunjukkannya ke seorang kawan, sambil bicara lantang: “Saya punya nih, RVM Edisi Perdana!” Dan teman kamu itu, dalam hatinya, hanya bisa berkata: “DAMN!”</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pearljamindonesia.com/2011/09/rvm-fanzine-pjid-edisi-perdana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pearl Jam Nite VI : Love Boat Twenty</title>
		<link>http://pearljamindonesia.com/2011/09/pearl-jam-nite-vi-love-boat-twenty/</link>
		<comments>http://pearljamindonesia.com/2011/09/pearl-jam-nite-vi-love-boat-twenty/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Sep 2011 08:26:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>farry</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rilis Pers]]></category>
		<category><![CDATA[band]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[cover]]></category>
		<category><![CDATA[pearl jam]]></category>
		<category><![CDATA[show]]></category>
		<category><![CDATA[tribute]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pearljamindonesia.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Tweet Untuk menyatakan kehadiran (RSVP) harap kunjungi Facebook Event. Pemutaran film PEARL JAM TWENTY (PJ20) di hadapan 500 fans di Epicentrum XXI Kuningan, Jakarta, 20 September 2011 lalu membuat Indonesia secara resmi masuk dalam pantauan radar manajemen Pearl Jam (PJ). Acara &#8230; <a href="http://pearljamindonesia.com/2011/09/pearl-jam-nite-vi-love-boat-twenty/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="tweetbutton18" class="tw_button" style=""><a href="http://twitter.com/share?url=http%3A%2F%2Fpearljamindonesia.com%2F2011%2F09%2Fpearl-jam-nite-vi-love-boat-twenty%2F&amp;via=pj_id&amp;text=Pearl%20Jam%20Nite%20VI%20%3A%20Love%20Boat%20Twenty&amp;related=&amp;lang=en&amp;count=horizontal&amp;counturl=http%3A%2F%2Fpearljamindonesia.com%2F2011%2F09%2Fpearl-jam-nite-vi-love-boat-twenty%2F" class="twitter-share-button"  style="width:55px;height:22px;background:transparent url('http://pearljamindonesia.com/wp-content/plugins/wp-tweet-button/tweetn.png') no-repeat  0 0;text-align:left;text-indent:-9999px;display:block;">Tweet</a></div><p><img class="alignleft size-medium wp-image-26" title="PJN6-2" src="http://pearljamindonesia.com/wp-content/uploads/2011/09/PJN6-2-184x300.jpg" alt="Pearl Jam Nite VI" width="184" height="300" /></p>
<p>Untuk menyatakan kehadiran (RSVP) harap kunjungi <a title="Pearl Jam Nite VI : Love Boat Captain" href="http://www.facebook.com/event.php?eid=238657742853582" target="_blank">Facebook Event</a>.</p>
<p>Pemutaran film PEARL JAM TWENTY (PJ20) di hadapan 500 fans di Epicentrum XXI Kuningan, Jakarta, 20 September 2011 lalu membuat Indonesia secara resmi masuk dalam pantauan radar manajemen Pearl Jam (PJ). Acara swadaya itu tak terbantahkan lagi telah menjadi satu tonggak penting dalam kampanye “Bring PJ to Indonesia” berskala internasional yang sudah bergulir setidaknya selama 5 tahun terakhir ini.</p>
<p>Tonggak penting lainnya adalah PJ Nite. Sebuah pagelaran musik yang menu utamanya adalah covering lagu-lagu PJ, dari yang merupakan hits sejuta umat hingga nomor-nomor langka yang mungkin tidak pernah dimainkan di pagelaran musik lokal manapun di Indonesia.<span id="more-18"></span></p>
<p>Dari event inilah kerap para lost dogs, fans PJ Indonesia yang sebelumnya tak tahu kemana mesti mencari teman sejiwa dalam soal musik, menemukan rumahnya&#8230;</p>
<p>Diselenggarakan pertama kali di Kemang, 4 September 2005, perhelatan tahunan milik Pearl Jam Indonesia (PJId) itu akan segera menginjak angka 6. Ya, PJ Nite VI dijadualkan untuk diselenggarakan pada 8 Oktober 2011 yang akan datang di The Club, Hotel Imperium, Bandung.</p>
<p>Kenapa Bandung?</p>
<p>Karena kota sejuk nan cantik itu jelas merupakan salah satu basis fans PJ yang besar. Belakangan malah disana banyak bermunculan band-band baru yang membawakan lagu PJ. Lebih menggembirakan, sebagian bahkan masih berusia remaja! Bukti bahwa regenerasi fans PJ sudah siap untuk berlangsung.</p>
<p><a href="http://pearljamindonesia.com/wp-content/uploads/2011/10/PJN6-1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-19" title="PJN6-1" src="http://pearljamindonesia.com/wp-content/uploads/2011/10/PJN6-1-212x300.jpg" alt="Pearl Jam Nite VI" width="212" height="300" /></a>Lalu, apa tema utama PJ Nite kali ini? Tidak akan jauh dari perayaan 20 tahun perjalanan musik PJ!</p>
<p>Ya, perhelatan PJ Nite VI nantinya tidak hanya akan menyuguhkan lagu PJ, melainkan juga lagu-lagu dari berbagai musisi yang mempengaruhi musik dan perjalanan karir mereka.</p>
<p>Dari The Ramones yang merupakan salah satu kiblat punk dunia hingga The Who yang konsernya disebut BBC sebagai yang paling pantas menyandang gelar sebagai pertunjukan rock sejati.</p>
<p>Jangan heran juga jika nanti tiba-tiba KISS, The Beatles, The Doors, Neil Young, Hendrix, The Clash, Bob Dylan, hingga Fugazi nyelip masuk kedalam setlist. Semua, tentu saja, bergantung pada kemampuan dan kemauan Breznev, Monster Replica, Marginary, Seniman Bangun Pagi, Bittertone, maupun Perfect Ten yang resmi didaulat menjadi penghuni panggung PJ Nite VI.</p>
<p>Tak berhenti disitu, PJ Nite VI juga direncanakan akan sedikit berbau Sunda. Alat musik tradisional semacam Karinding, Celempung, Kecrekan, Suling, Saluang, dan Petir akan naik ke panggung dan menjajal nada-nada dari Seattle, Amerika Serikat, hahaha!</p>
<p>Adalah Seniman Bangun Pagi yang akan menampilkan perkawinan musik unik itu. Kumpulan pecinta musik tradisional Sunda yang bulan Mei 2011 lalu mendapat kunjungan khusus dari National Geographic Indonesia.</p>
<p>Terselip didalamnya, akan ada peluncuran fanzine PJId edisi pertama. Sebuah majalah kecil tentang komunitas yang tak henti menggeliat. Rangkuman cerita dari kumpulan orang-orang yang berkumpul karena PJ, yang kemudian berakhir dalam kisah persahabatan&#8230;</p>
<p>Dalam perhelatan tahunan ini, sekali lagi, kita semua akan berkumpul. Para lost dogs, fans PJ yang tercecer di segala penjuru negeri, bersama menikmati malam, menyanyikan lagu-lagu yang sekian lama telah menjadi soundtrack perjalanan hidup, dan meneriakkan satu mimpi yang sama: “Bring Pearl Jam to Indonesia!”</p>
<p>Fans PJ Indonesia, kami menunggumu di PJ Nite VI: Love Boat Twenty&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pearljamindonesia.com/2011/09/pearl-jam-nite-vi-love-boat-twenty/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

